Stoner: The Greatest Novel You Have Never Read

“You must remember what you are and what you have chosen to become, and the significance of what you are doing. There are wars and defeats and victories of the human race that are not military and that are not recorded in the annals of history, Remember that while you’re trying to decide what to do.”

image

Stoner adalah salah satu buku yang dituliskan oleh John Williams pada tahun 1965 dan tidak menuai hasil yang baik di zamannya. It was respectably reviewed; it had a reasonable sale; it did not become a bestseller; it went out of print.

Seperti hidup yang selalu penuh dengan keajaiban, 48 tahun setelah dipublikasi untuk pertama kali dan 19 tahun setelah kematian sang penulis, Stoner berhasil mendapatkan tempat untuk duduk dalam peringkat bestsellerdi Eropa, and – the most remarkable of all – without the boost of any Nobel Prize or film adaptation. Vintage Publisher sendiri cukup tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Salah satu kemungkinannya datang dari kekuatan word-of-mouth para pembaca yang telah membantu Stoner menyentuh titik puncak kejayaan. It was Orwell who said once that the only real critic of literature is time. And, yes, it does matter.

Bercerita tentang seseorang yang memiliki nama persis dengan judul buku, Stoner memulai perjalan sebagai seorang anak petani yang miskin dimana ia kemudian diminta oleh sang ayah memasuki University of Missouri untuk belajar agrikultur dengan harapan agar ia dapat memiliki masa depan yang lebih cerah dalam mengelola lahan pertanian milik keluarganya sendiri. Seiring berjalannya waktu, Stoner memutuskan untuk pindah ke jurusan literatur. Disanalah setiap kata kemudian membawa saya ke dalam perjalanan yang penuh ironi dan penderitaan yang berkepanjangan; Ketika kehidupan yang sebenarnya telah dimulai.

Awalnya begitu banyak kejadian baik yang menyentuh hidup Stoner, tapi pada akhirnya semua berakhir dengan buruk. Ia telah memilih menjalani kehidupan sebagai seorang  dosen, jatuh cinta pada pandangan pertama dan menikah, namun dalam jangka waktu yang amat singkat ia menyadari bahwa pernikahannya adalah sebuah kegagalan. Ia mencintai anak perempuannya dengan perasaan yang begitu mendalam, tapi tak diberi kesempatan untuk sekadar duduk bersama tiap-tiap waktu di luar jam makan. Kehidupan Stoner begitu hening dan ia menjalaninya dengan tenang tanpa adanya sedikit perlawanan yang bergejolak seperti kebanyakan manusia pada umumnya. Pernah dalam satu waktu ia diberikan sebuah kehidupan baru dan secara tiba-tiba memperoleh sensasi kebahagiaan yang telah lama diimpikannya oleh seorang perempuan di luar pernikahan yang ia miliki, namun hubungan mereka berdua mendapat kecaman tajam dari campur tangan pihak luar. Dan saat berumur 42 tahun, Stoner menyadari sebuah kehampaan yang begitu kelam, “He could see nothing before him that he wished to enjoy and little behind him that he cared to remember”.

Walaupun dihadirkan dengan gambaran yang padat di bagian belakang sampul buku ini, saya justru semakin menjadi penasaran untuk menikmati perasaan campur-aduk yang hadir tiap kali saya diharuskan untuk membalik halaman demi halaman. Konflik yang ditawarkan oleh John Williams sangatlah nyata bila dilihat dari sudut pandang pembaca. Momen-momen kekalahan dan kemenangan manusia dalam menuliskan sejarah  kehidupan masing-masing – telah  berhasil direkam dengan kejujuran – mendobrak habis garis tipis antara cerita fiksi dan realita yang ada.

As a reader, you can see it coming in the way you can often see life’s sadness coming, knowing there is little you can do about it. But you should – indeed must – find out for yourself.

Advertisements
Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: